Produksi Minuman gelas yang kemasannya terbuat dari Plastik kurang diimbangi oleh pengelolaan daur ulang membuat kemasan plastik air minum dan sejenisnya meningkatkan polutan semakin besar di Dunia, selain menimbulkan polusi di bumi kemasan plastik yang sulit larut dialam bebas mengotori lingkungan, ikan dilaut, burung dan satwa karena termakan tanpa disengaja.
M.Rios Mendoza juru bicara peneliti Exposition of the American Chemical Society (ACS) mengatakan kepada National Geografic Indonesia beberapa waktu yang lalu bahwa ” “Produksi massal plastik yang dibarengi oleh pengelolaan limbah yang tidak layak telah membuat serpihan plastik menjadi polutan yang paling banyak memenuhi pantai dan lautan di seluruh dunia. Tak terkecuali dengan Great Lakes,” kata Lorena M Rios Mendoza, juru bicara tim penelitian tersebut. Jumlah limbah plastik itu sendiri mencapai 1.500 sampai 1,7 juta partikel per 2,5 kilometer persegi. Ironisnya, berhubung limbah tersebut berukuran kecil, ikan seringkali keliru dan mengira plastik tersebut merupakan makanan ” katanya.
Sebagai upaya mengurangi resiko dari polutan limbah minuman plastik yang bertebaran di sudut kota diadakan daur ulang recycling, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali oleh Industri daur ulang yang punya modal cukup.
Mengurai limbah plastik bukanlah hal yang sulit bila dibarengi oleh kemauan dan motivasi yang tinggi Ibu Ibu rumah tangga bisa melakukannya tanpa modal, dengan memungut sendiri sampah plastik dari minuman gelas yang biasanya dibuang begitu saja lalu merangkainya dengan telaten bisa mengahsilkan satu keranjang atau Tas setiap hari untuk setiap orang.
Sejak sebulan yang lalu tepatnya Maret 2013 Di Kompleks Trans Kota Mamuju, Sulawesi Barat 3 Orang Ibu Rumah Tangga yaitu Ibu Dir, Ibu Femmy dan Ibu Sum termotivasi oleh putrinya siswa SMP Negeri 2 Mamuju yang mendapatkan tugas dari Bapak/Ibu Gurunya untuk membuat Keranjang sampah dari limbah Plastik minuman.
Ketiga Ibu Ibu yang bertetangga ini kemudian bersepakat untuk mengumpulkan kemasan plastik bekas minuman yang memang banyak bertebaran disekitar warung warung yang ada dikawasan Kompleks Perumahan pegawai Transmigrasi.
Setelah terkumpul mereka bertiga lalu mulai merangkai membentuk sesuai dengan keinginan mereka ada keranjang belanja, tempat buah dan kemungkinan nanti akan berkembang lebih jauh, aneka perlengkapan dapur atau rumah tangga.
Mengolah limbah plastik jenis kemasan air minum kalau diamati sejatinya tidak sulit dan tak perlu teknologi yang canggih. Awalnya, sampah plastik dibersihkan lalu dipilah dirangkai dengan tali plastik disatukan sesuai bentuk yang diinginkan maka jadilah benda yang kwalitasnya dijamin kuat dan tahan bila dijual harganyapun bersaing dengan keranjang sejenis olahan pabrik.
Ibu rumah tangga seperti mereka bertiga ini lah yang seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih dari Pemerintah, disaat masyarakat tengah dilanda keprihatinan terhadap sampah, Merreka muncul untuk memberikan inspirasi dan memotivasi tetangga tetangganya ataupun orang untuk perduli terhadap sampah.
Mereka ini telah memberikan contoh dan tauladan yang baik untuk perduli pada lingkungan hidup, yang dapat mengubah pola hidup kepada warga lainnya untuk mencintai lingkungan memanfaatkan limbah menjadi barang berharga.
Ditangan Orang kreatif dan terampil, limbah plastik ini bisa dijadikan produk bernilai jual tinggi.tinggal bagaimana memotivasi mereka untuk tetap eksis, kepedulian kita terhadap lingkungan yang bisa membuat mereka tidak layu sebelum berkembang.
sumber
kreatif banget yang bikin nih..,
BalasHapus