Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Tampilkan postingan dengan label kemoceng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemoceng. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2014

Sejarah tentang kemoceng

Sulak atau Kemoceng merupakan piranti kecil yang sederhana, tetapi fungsi dan manfaatnya luar biasa dalam berperan sebagai pencipta keindahan rumah yaitu kebersihan, membersihkan debu, abu dll. Kemoceng kebanyakan terbuat dari bulu/ rafia/ kain/ woll dan kini terbuat dari rambut dan diberi gagang untuk pegangan, Sulak juga disebut sebagai kemoceng atau duster dalam bahasa inggrisnya, beragam jenis sulak dapat kita jumpai sekarang ini, mulai yang terbuat dari bulu ayam, tali rafia, kain, bulu domba bahkan yang paling mutakhir adalah sulak yang sering kita lihat di TV media.

Dahulu sulak  berbentuk tipis dan panjang, namun karena dianggap kurang efesien kini sulak diberi gagang yang cukup manis, terbuat dari kayu, plastik bahkan logam, alat yang biasa digunakan sebagai pembersih debu pada meja, kursi, tembok dan hiasan ini bisa kita jumpai mulai dari pasar hingga toko toko modern bahkan melalui call center seperti di iklan TV. Setelah tidak digunakan biasanya sulak digantungkan pada dinding, makanya tidak heran jika terdapat cantelan/ tempat menaruh paku yang berguna untuk menaruh di tembok atau dinding kayu.

Sulak adalah kerajinan turun temurun dari negeri Cina. Sulak merupakan penghargaan dari Cai Ing Tianjin yaitu sulak yang dibuat dari Cai Xijiu, ialah kakek butut dari Cai Xuebin pada masa pemerintahan Kaisar Xianfeng  dari dinasti Qing,  sulak yang dibikin oleh Cai dikenal karena kualitasnya yang bagus, sehingga direkomendasikan untuk membersihkan barang barang milik keluarga kaisar di istananya.

Sebagai terobosan baru, jika saat ini Anda hanya mengenal sulak dari bulu, kain, plastik, rafia dan lain lain maka kini membuat sulak yang lain daripada yang lain dan hanya baru dibikin di kota kami sebagai pusat industri rambut palsu dunia, maka kami memanfaatkan rambut yang melimpah sebagai bahan baku pembuatan sulak tersebut.

sumber

Kamis, 14 November 2013

Tips Memulai Bisnis Kemoceng

Memilih barang dagangan untuk dijual kembali tidaklah semudah membalik telapak tangan, kadang kita selalu disuguhkan dengan berbagai macam pilihan, tetapi kadang kita dihadapkan pada pilihan pilihan yang tidak selalu menyenangkan.

niat hati pingin untung besar, dengan mendapatkan harga yang murah tetapi malah menjadi bumerang karena kadang barang dagangan yang disodorkan tidak seindah harga yang ditawarkan, akibatnya pelanggan kita satu persatu mulai menjauh dari kita, karena barang yang dijual bukan barang yang berkualitas.

sama halnya seperti memilih kemoceng untuk dijual kembali, kadang distributor selalu disuguhi berbagai macam pilihan dari berbagai home industri atau supplier yang ada. Ada yang menawarkan harga rendah, ada yang menawarkan pengantaran gratis dan lain sebagainya.

tetapi satu hal yang harus dimiliki distributor adalah bahwa ia harus memilih pilihan yang tepat agara barang dagangannya laku keras dipasaran, yaitu tahu mana barang yang berkualitas dan tidak berkualitas.

berikut ini adalah ciri ciri kemoceng berkualitas :
1. rambut yang digunakan adalah rambut yang mempunyai mutu yang bagus, tidak lepek dan tidak mudah lusuh.
2. kepadatan, karena sebagian besar bahan utama adalah rambut maka pilihlah kemoceng yang mempunyai kepadatan bulu yang bagus, elastis, namun tidak lepek
3. kawat yang digunakan untuk memilin adalah kawat yang berkualitas, artinya tidak akan mengarat, tidak terlalu lemas.
4. gagang yang digunakan menggunakan gagang kayu berkualitas, sebagian orang tidak mengetahui jenis kayu yang digunakan karena gagang terbungkus plastik, tapi sebagai produsen yang baik hendaklah memilih gagang kayu yang berkualitas.
5. memiliki nilai seni yang tinggi, poin inilah poin yang paling utama, karena beli atau tidaknya biasanya terlihat ketika seseorang mempunyai rasa penasaran yang tinggi, orang akan jatuh cinta pada pandangan pertama disinilah para pedagang harus tahu seni.
6. dan yang terakhir adalah adalah pelayanan, kecepatan dan ketepatan, ini sebenarnya nilai yang harus dimiliki semua orang yang terlibat di dalamnya, baik pengrajin, distributor dan pengecer.





sumber