Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Jumat, 12 April 2013

Jus jeruk berbahaya, juicer atau orangnya yang salah ?

Dikemas dengan label vitamin C, jus jeruk menjadi salah satu pilihan minuman yang dianggap paling menyegarkan sekaligus menyehatkan.

Akan tetapi, ternyata hampir setengah dari jus jeruk yang dihidangkan di berbagai kafe dan restoran kemungkinan besar telah terkontaminasi bakteri yang cukup berbahaya, mulai dari Salmonella hingga E.Coli, demikian pernyataan yang disampaikan oleh ilmuwan.

Hal ini bukannya tanpa sebab, mereka beralasan bahwa cara penyajian yang tidak bersih dianggap sebagai penyebabnya. Mulai dari mesin juicer yang digunakan hingga tempat penyimpanan jus itu sendiri.

Temuan ini diungkapkan oleh sekelompok peneliti yang berasal dari University of Valencia. Dalam studi tersebut, mereka menganalisa sekitar 190 sample jus dari berbagai cafe, restoran dan bar yang ada di Spanyol.

Hasilnya, 43 persen dari sampel tersebut mengandung berbagai bakteri termasuk diantaranya Salmonella dan E.Coli.

Tidak hanya itu, ilmuwan juga menemukan bahwa satu dari sepuluh sampel mengandung bakteri mesophilic dalam kadar yang melebihi ketentuan. Untuk masalah ini, peneliti menyebut faktor temperatur ruangan menjadi penyebabnya.

Jika diklasifikasikan, dalam setiap sample yang tercemar ditemukan sekitar 0,5 persen bakteri jenis Salmonella, sementara Staphylococcus aureus (bakteri yang menyebabkan infeksi kulit) hanya 1 persen.

Salah seorang peneliti Isabel Sospedra mengatakan bahwa timnya menemukan bahwa lebih dari 80 persen jus yang disimpan di dalam wadah berbahan stainless steel mengandung enterobakteria dalam level yang berlebih. Fakta tersebut sangat berbanding terbalik dengan berbagai jus yang disajikan menggunakan gelas.

"Untuk memastikan kesehatan para konsumen, kami merekomendasikan bahwa mesin juicer harus dibersihkan dengan benar. Hal yang sama juga berlaku untuk wadah penyimpanan, walaupun akan lebih baik lagi jika penyajiannya disajikan langsung setelah diperas," ujar Isabel.

Meski penelitian ini dilakukan di wilayah Spanyol, tentu tidak menutup kemungkinan fakta yang sama juga dapat ditemukan di Indonesia. Jadi tetap waspada ya!

Please Give Us Your 1 Minute In Sharing This Post!
SOCIALIZE IT →
FOLLOW US →
SHARE IT →
Powered By: BloggerYard.Com

0 komentar:

Posting Komentar